foto-29

Hitam pekat nun jauh di cakrawala
tempat mataku menjatuhkan pilihan tuk memandangmu
angin yang berhembus membawamu beranjak menujuku
tak gentar mataku terus menatap kemanapun kau pergi
hingga kau berada di hadapan, baru aku sadari
engkau adalah hujan yang selalu dinantikan
setelah kemarau panjang yang melelahkan

Ternate,  2009

Tik tak tik tak
Jamku berdetak
Mata tak bisa bergerak
 
Tik tak tik tak
Kembali kuping bergerak-gerak
Mata tak pernah beranjak
 
Tik tak tik tak
Dengan apa lagi aku harus
Membangunkanmu?
 
10 juni 2009

Kau simpan luka

Dalam lipatan buku

Yang kau berikan padaku

 

Kini,

Luka itu menjadi nanah

dan menetesi seluruh kata

hingga tak bisa kubaca

 

 

Mei ‘09

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.