Telah lama menanti
Mekarnya anggrek-anggrek yang kutanam
Tak pernah mekar
Meskipun telah ku rawat sebaik-baiknya
Ketika aku tak menantimu
Saat musim hujan tiba
Tiba-tiba kau memperlihatkan kuncup-kuncup bungamu
Dan mekarlah engkau begitu indahnya
Menyemarakkan kebun mungilku
Lalu aku putuskan akan menunggumu
Tapi kau tak berbunga lagi
Lama kunanti
Tetap tak mau berbunga
Lalu aku tak menunggu
Dan kau berbunga
Saat aku menunggu
Kau tak mau berbunga
Lalu kuputuskan lagi
Untuk tidak menunggu lagi
Lagi dan lagi
WW, 30.05.08
nb. Sebuah perenungan tentang “Lets language” posting oleh “njepret”


